RENCANA BISNIS KOS – KOSAN

  1. I.       PASAR

a.Pemilik mempertimbangkan dua pasar yang relevan, yaitu :

  • Pasar Kos-kosan di Jakarta.
  • Pasar Rumah Susun dan Apartement di Jakarta.

b.Selain itu, segmen pasar yang akan dijadikan sasaran Alloggio Kos yaitu prilaku penghuni Kos dan positioning yang akan digunakan Alloggio Kos.

c.Segmentasi Pasar

Berdasarkan studi Lowe dan majalah SWA (tahun 2005) Segmentasi Pasar Indonesia dapat dibagi menjadi 8 segmen, yaitu :

Segmen 1 : Pasrah / Introvert Wall Flower (8,1%)

Ciri-ciri : Wanita, usia matang berpendidikan rendah dan tinggal di daerah. Umumnya tidak punya banyak keinginan dan tidak terlalu optimis terhadap masa depan.

Segmen 2 : Gaul Glam / The Networking Pleasure Seeker (11%)

Ciri-ciri : Wanita, usia matang yang sangat terbuka, suka bergaul dan penuh gairah, tinggal di daerah perkotaan dengan tingkat sosial ekonomi A+. Mereka  sangat materialistis dan memiliki harta / benda adalah puncak kebahagiaan hidup. Sisi menarik segmen ini adalah mereka percaya bahwa pertemanan adalah investasi. Dimata mereka, pertemanan lebih seperti membuat jejaring dari pada membangun ikatan. Sehingga bagi mereka, pengakuan diri itu ada jika mereka bisa terima oleh lingkungan pergaulannya.

Segmen 3 : Orang Alim / Confident Establish (5,2%)

Ciri-ciri : Pria, usia matang berpendidikan tinggi dan tinggal di daerah perkotaan. Mereka sangat percaya diri dan berkarakter kuat, menyukai kedamaian dalam kehidupan sosialnya, sangat normatif dan suka menolong.

Segmen 4 : Ibu-ibu PKK / The Optimistic Family Person (13,5%)

Ciri-ciri : Wanita, usia matang dari daerah rural dengan status sosial ekonomi rendah, hidup dengan bersahaja, realistis, kekeluargaan, dan normatif. Mereka menyukai masak sebagai hobi, tidak sekedar kewajiban. Hidup di abdikan untuk keluarga, tidak materialistis. Keluarga adalah segalanya.

Segmen 5 : Anak Nongkrong / The Change Expect Lad (10,5%)

Ciri-ciri : Usia muda, laki-laki tinggal di daerah urban, status sosial ekonomi nya menengah kebawah. Karakter mereka : hidup berorientasi pada teman-temannya (kelompoknya). Konsep yang dianut : All is one and one is all.

Segmen 6 : Lembut Hati / Cheerful Humanist (12,1%)

Ciri-ciri : Wanita muda dari daerah pedesaan dengan tingkat sosial ekonomi rendah, cenderung tidak suka menjadi pusat perhatian, walaupun di terima di lingkungannya. Menyukai lingkungan damai penuh harmoni, sangat menaruh perhatian, dan berempati pada lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Tidak mementingkan materi dan selalu ingin dibutuhkan lingkungan serta menyenangi kebersamaan.

Segmen 7 : Main untuk Menang / The Savvy Conquer (16%)

Ciri-ciri : Pria matang berpendidikan, di daerah perkotaan ini sangat menikmati hidup lugas, selalu berusaha mencapai kejayaan. Sangat menyukai kompetisi dan cenderung dominan dalam pergaulan. Senang fashion, menikmati cuisine, dan gemar melihat iklan. Keinginan dasar mereka adalah dimanja materi dan barang-barang yang dipunyai, suka disanjung dan dipuja, serta supel dan penuh energi.

Segmen 8 : Bintang Panggung / The Spontaneous Fun Loving (13,6%)

Ciri-ciri : Wanita dari daerah perkotaan dengan status sosial ekonomi tinggi, senang menjadi pusat perhatian, suka begaul, suka pamer dan menyenangi aktivitas diluar rumah, seperti pesta dan kumpul-kumpul. Mereka menyukai hal-hal baru yang sedang menjadi tren, seperti fashion dan gadget, serta sangat menikmati hidup. Bagi mereka, materi adalah alat untuk memenuhi tuntutan gaya hidup, sanjungan dan pujaan adalah bukti pengakuan diri, serta kelompok menjadi alat mencapai kepopuleran.

d.Hasil Survei

Berdasarkan hasil survei diatas, maka potensi segmen yang bisa dijadikan sasaran Alloggio Kos adalah Segmen Confident Establish dengan jumlah 5,2% dan The Savvy Conquer dengan jumlah 16%.

 

Perilkau Penghuni Kos

  • Salah satu ciri dari perilaku konsumen di Indonesia adalah sudah banyaknya warga Indonesia yang tinggal jauh dari kampung halamannya dan banyak warga Indonesia yang lebih memilih tinggal sendiri karena menurut mereka tinggal sendiri jauh dari orang tua bisa membuat mereka belajar hidup mandiri dan tidak tergantung dari orang tua atau keluarga.
  • Tinggal di kos-kosan sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia apa lagi bagi para pelajar yang menuntut ilmu jauh dari tempat tinggalnya dan orang tua, mereka akan tinggal di kos-kosan karena dengan tinggal di kos-kosan juga akan meminimalkan waktu dan meminimalkan energi. Begitu juga dengan para pekerja yang bekerja di daerah Jakarta, kebanyakkan orang yang bekerja di Jakarta bukan asli orang Jakarta.
  • Perilaku konsumen yang seperti demikian menjadi sebuah peluang yang sangat baik bagi Alloggio Kos.

 

Positioning

Agar dapat menarik perhatian calon pelanggan, Alloggio Kos merancang sebuah strategi positioning yang menarik.

“Alloggio Kos : mau tinggal seperti dirumah sendiri….di Alloggio Kos saja”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s